Khairul Ikhwan – detikcom
Jakarta – Kendati sudah dibangun rumah sakit berbiaya Rp 5 miliar, ternyata masyarakat di Pulau Tello masih enggan berobat ke rumah sakit. Mereka masih lebih percaya kepada pengobatan tradisional. Jadinya, rumah sakit itu lebih banyak lengang.
TEMPO Interaktif, Nias:Dokter Spesialis Penyakit Dalam Rumah Sakit Gunung Sitoli, Kabupaten Nias, Sumatera Utara, Kanserina E Dachi mengatakan jumlah penderita tuberkulosis (TBC) di Nias sangat tinggi. “Setiap hari ada lima pasien TBC yang masuk ke rumah sakit,” katanya di Gunung Sitoli, Kabupaten Nias.
Jum’at, 09 November 2007 | 20:01 WIB
TEMPO Interaktif, Nias: Dokter Spesialis Penyakit Dalam Rumah Sakit Gunung Sitoli Kanserina Dachi mengeluhkan persedian darah untuk pasien yang sangat minim. “Kami bahkan sering menyumbang darah untuk pasien,” katanya, usai peresmian Rumah Sakit Gunung Sitoli, Kabupaten Nias, Jumat (09/10).
Gunungsitoli (SIB)
Menko Kesra Ir H Aburizal Bakrie dan Direktur Badan Rehabilitasi (BRR) NAD-Nias Kuntoro Mangkusubroto, Jumat (9/11) meresmikan RSU Gunungsitoli yang didanai oleh Mercy Malaysia berbiaya Rp 73 miliar. Serta peletakan batu pertama lanjutan pembangunan gedung RSU Gunungsitoli yang dibiayai oleh Cina dan Jepang.
* 7 Calhaj Medan Meninggal
Medan, WASPADA Online
Wakil Ketua Panitia Pemberangkatan dan Pemulangan Ibadah Haji (PPPIH) Sumut dr. Hj. Fatni Sulani, DTM&H, MSi mengatakan, dari 8.311 calhaj asal Sumatera Utara, tercatat 60 persen di antaranya merupakan kelompok risiko tinggi (risti).