Gunungsitoli, WASPADA Online
Dana Bantuan Opresaional Sekolah (BOS) dan Dana Alokasi Khusus (DAK) pada Dinas Pendidikan Kabupaten Nias diduga dibisniskan Manajer Dana Bos berinisial FT dan Pemimpin Kegiatan DAK berinisial BL. Akibat praktek bisnis yang diduga dilakukan kedua pejabat ini negara dan pihak sekolah penerima bantuan dirugikan puluhan miliaran rupiah.
20 Apr 07 23:57 WIB
Medan, WASPADA Online
Ketua Majelis Ulama Indonesia Kota Medan, Prof. DR HM Hatta menyesalkan adanya yayasan berdalih membantu umat Islam yang lebih dahulu menarik bayaran. Demikian tanggapannya terhadap yayasan Amalillah yang sekarang meresahkan masyarakat di Gunungsitoli.
19 Apr 07 14:40 WIB
Gunungsitoli, WASPADA Online
Warga Nias beramai-ramai mendatangi rumah seorang pengurus Yayasan Amalillah, meminta uang yang pernah disetor sebesar Rp50 ribu sebagai uang administrasi dikembalikan, Selasa (17/4). Hal itu dikarenakan, janji yayasan memberi Rp3 juta per anggota yang sudah mendaftar belum juga jelas, meski sudah melewati batas waktu dijanjikan.
Apr 04, 2007 at 11:19 AM
Jakarta (SIB)
Dari laporan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI atas pelaksanaan belanja tahun anggaran 2005 dan 2006 di Kabupaten Nias ditemukan 9 (sembilan) kasus penyimpangan dengan total Rp 51.640.854.893, yang terdiri dari Rp 5.677.133.429 pada tahun 2005 dan Rp 45.963.721.464 tahun 2006.
Dalam laporan BPK-RI yang resmi diserahkan kepada DPR-RI [...]