Muhammadiyah: Subuh Kepagian Bukan di Indonesia

March 25th, 2010 · 1:10 pm @ YPMN  - 

Ketua Majelis Tarjih Pimpinan Pusat Muhammadiyah Syamsul Anwar, menampik telah mengeluarkan pernyataan bahwa waktu salat subuh di Indonesia terlalu pagi.

Syamsul Anwar mengaku heran dengan pemberitaan yang beredar bahwa Muhammadiyah mengklaim waktu subuh kepagian.
“Padahal kami mengatakan, waktu (salat subuh) yang dipakai di Indonensia sudah pas, namun kami mengagendakan pembahasan pedoman hisab muhammadiyah, termasuk waktu salat, gerhana, dan salat subuh yang sementara pihak ada yang mengatakan kepagian,” ujarnya saat berbincang dengan okezone melalui telepon, Kamis (25/3/2010).

Saat itu, lanjut Syamsul, dijelaskan pula tentang adanya perbedaan waktu salat subuh di negara-negara di Eropa dan negara yang letak geografisnya di atas 20 derajat lintang utara.

“Seperti saya menyebut waktu salat subuh di Mesir yang berada pada 19,5 derajat lintang utara atau Maroko yang ada di 18 derajat lintang utara, itu waktu subuh lebih lambat. Dan itu yang akan kita kaji saat Munas Tarjih besok,” jelasnya.

Khusus di Indonesia, kata dia, waktu subuh yang saat ini dipakai memang sudah pas, karena letak geografis Indonesia berada di kawasan Khatulistiwa.

“Munurut hitung-hitungan Muhamadiyah juga waktu yang dipakai di Indonesia memang sudah pas,” pungkasnya.
(ded)

Muhammadiyah Tak Persoalkan Waktu Subuh Kepagian

Wakil Sekretaris Majelis Tarjih dan Tajdid Pengurus Pusat Muhammadiyah Fattah Wibisono menegaskan Muhammadiyah tidak mempersoalkan waktu subuh di Indonesia terlalu pagi.

Pernyataan yang keluar dari PP Muhammadiyah sebelumnya merupakan usaha untuk menetramkan masyarakat, terutama warga Muhammadiyah di tengah keagresifan sebagian kalangan yang menilai waktu subuh di Indonesia kepagian.

Fattah menjelaskan, sudah cukup rasional karena Indonesia terletak di daerah khatulistiwa. “Atmosfer relatif tinggi di kedalaman 20 derajat di bawah ufuk, cahaya matahari sudah ada, artinya memang itu argumentasinya,” jelasnya.

Karena itu dalam Munas Tarjih yang akan dilaksanakan pada 1 hingga 4 April mendatang, akan diagendakan soal waktu subuh.

Menurut Fattah agenda pembahasan tersebut semata-mata hanya untuk mengkaji dan mendalami saja.

PP Muhammadiyah sebelumnya menyebut waktu salat Subuh di Indonesia terlalu pagi. Ini berbeda dengan pernyataan Majelis Ulama Indonesia (MUI), yang menyatakan waktu Subuh sudah sesuai perhitungan ahli.

MUI menyatakan ketika warna cahaya putih menyebar di ufuk timur, saat itu merupakan waktu utama salat Subuh. Jika ada perbedaan pendapat hal itu tetap perlu dihormati. Karena jika ditemukan bukti baru mengenai perbedaan waktu pelaksanaan salat subuh, dibicarakan untuk dilakukan pembaharuan.
(Ika Cahyani/Global/ton)

Sumber: Okezone.com | Kamis, 25 Maret 2010 – 08:51 wib

Tags: , ,

Satu Komentar → “Muhammadiyah: Subuh Kepagian Bukan di Indonesia”


  1. Kaisar Aleem Nasution

    5 bulans lalu

    Terima kasih info nya…Begitulah ilmu pengetahuan, jangan monoton. Ada segi yang harus tetap di kaji di sisi ilmu pengetahuan. Semakin di teliti dan di kaji secara ilmiah, semakin terbuka hidayah (petunjuk) Allah.
    Biarkanlah ilmuan2 tarjih Muhammadiyah membahas tentang waktu Sholat, supaya kita bisa melaksanakan ibadah kita tepat waktu…
    Toh semua untuk kemashlahatan Ummat sesuai dengan perkembangan zaman dan Ilmu Pengetahuan…Islam kan agama yang selaras dengan IPTEK….