Pesan Gus Dur: Berbuat Baik Apa Pun Suku dan Agamamu

December 31st, 2009 · 7:22 am @ YPMN  - 

Hermawi Taslim, salah satu orang terdekat presiden Republik Indonesia keempat, almarhum KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), tak menyangka bisa mendampingi dan turut dalam berbagai kegiatan Gus Dur dalam 10 tahun terakhir. Sebagai seorang non-muslim, ia tak menyangka bahwa seorang tokoh Nahdlatul Ulama membuka lebar pintu bagi dirinya.

Hermawi mengungkapkan, perkenalannya dengan Gus Dur pertama kali di NTT. “Saat itu, Gus Dur ke NTT untuk urusan PKB. Saya bertemu ketika transit. Beliau tanya, ‘Kamu orang apa?’ Saya jawab saya dari Nias. Beliau mengajak saya bergabung dan mengatakan, ‘Tidak penting apa pun agama atau sukumu. Kalau kamu bisa melakukan sesuatu yang baik untuk semua orang, orang tidak pernah tanya apa agamamu’,” kata Hermawi berbagi kisah tentang pesan yang diingatnya dari seorang Gus Dur kepada Kompas.com.

Apa yang diutarakan Gus Dur menjadi pegangannya dalam berkomunikasi dengan siapa pun dalam 10 tahun terakhir. “Saya sangat terkesan dengan keterbukaan beliau yang tidak pernah membeda-bedakan,” ujar Hermawi, yang pernah menjabat ketua DPP PKB ini.

Terakhir kali, Hermawi bertemu Gus Dur pada Minggu (27/12/2009) di Gedung PB Nahdlatul Ulama, Jakarta Pusat. Biasanya, setiap akhir pekan, ada pertemuan rutin di PBNU untuk mendiskusikan berbagai perkembangan di Tanah Air. “Setelah itu, saya pamit kepada Gus Dur untuk berlibur bersama keluarga dan baru kembali hari ini. Saya menyesal tidak bersama beliau di saat terakhirnya,” kata Hermawi dengan terisak.

Tiga Prinsip Hidup Gus Dur

Tak ada kenangan tak mengenakkan yang ditinggalkan Gus Dur pada orang-orang yang dikenalnya, termasuk salah satu orang dekat Gus Dur yang pernah menjabat sebagai Ketua DPP PKB, Hermawi Taslim.

Kepada Kompas.com, Hermawi mengungkapkan tiga prinsip dalam hidup Gus Dur yang selalu ia sampaikan kepada orang-orang terdekatnya.

Pertama, mengutip Hermawi, Gus Dur akan selalu berpihak pada yang lemah. Kedua, anti-diskriminasi dalam bentuk apa pun, dan ketiga, tidak pernah membenci orang, sekalipun disakiti.

“Itu nilai-nilai yang selalu ia sampaikan kepada kami dan menjadi prinsip hidupnya,” kata Hermawi, yang selama 10 tahun terakhir turut bersama Gus Dur dalam segala aktivitasnya.

Gus Dur, kisah Hermawi, tak pernah marah lebih dari tiga hari kepada siapa pun. “Meskipun orang jahat dan menyakiti beliau, marahnya enggak pernah lebih dari tiga hari. Hari keempat pasti sudah baik. Hati beliau bersih, walau kadang ada yang memanfaatkan kebaikannya,” ujar Hermawi.

Sumber: Kompas.com

Tags: , ,

Komentar ditutup.