
Design Masjid Al Furqan
Masjid Raya Al-Furqan Gunung Sitoli atau dulu lebih dikenal dengan nama Masjid Raya yang hancur empat tahun lalu akibat gempa berkekuatan 8.3 SR, akan segera dibangun yang penggalangan dananya dimotori Lembaga Amil Zakat (LAZ) Al-Azhar Peduli Ummat. Peletakan batu pertama, Insya Allah, Sabtu 08 Agustus 2009. Rombongan dari Jakarta yang terdiri dari M Anwar Sani (Direktur LAZ Al-Azhar), Drs H Afif Hamka (putra buya HAMKA), Masyuri Kurniawan (Kontraktor) dan M Yusuf Sisus (Ketua YPMN dan juga APMN) akan berangkat ke Nias Jumat pagi 07 Agustus 2009.
Masjid Raya Al-Furqan Pasar Gunung Sitoli sudah berdiri sejak tahun 1950-an dibangun oleh kaum muslimin setempat bersama-sama dengan para pedagang yang mundar mandir ke Gunung Sitoli. Pedagang tersebut ada yang dari Padang, Medan, Aceh bahkan dari dari Jawa dan Bugis. Masjid ini merupakan masjid pertama yang dibangun di Nias. HM Danial Tanjung, sesepuh muslim Nias di Jakarta, sewaktu meninggalkan Nias merantau ke Jawa, di saat mudanya tahun 1952, Masjid ini seingat beliau sudah berdiri dan ramai jamaahnya.
Dalam perkembangannya, Masjid Al-Furqan yang terletak di atas tanah seluas 1.682 M² dengan bangunan 280 M² dan dapat menampung 300 jamaah, pernah dipugar beberapa kali. Menurut informasi dari Imran Tanjung, cucu dari Machruddin Tanjung (salah seorang Imam Masjid Raya Al-Furqan pada zamannya), menceritakan kepada Al-Azhar Peduli Muslim Nias (APMN) bahwa ornamen yang ada dalam masjid ini dulunya, sebagian meniru ornamen yang ada di Masjid Raya Medan.

Masjid Al Furqan Roboh
Masjid Raya ini pernah menjadi ikon bagi ummat Islam di Nias. Tamu-tamu Pemda Nias yang akan menunaikan shalat hampir selalu dibawa ke Masjid Raya Al-Furqan. Lokasi masjid ini sangat strategis, dekat dari rumah dinas Bupati, di tengah pasar, di lintasan jalan dan di pinggir laut dengan pemandangannya nan indah.
Tidak heran bila banyak ummat Islam di Nias maupun yang saat ini di rantau sangat bersedih hati dengan runtuhnya masjid ini akibat gempa 28 Maret 2005. Dan lebih sedih lagi, empat tahun pasca gempa, baru mampu membangun sebuah bangunan darurat yang terbuat dari papan, triplek dan seng. Di situlah, di atas papan yang mulai lapuk, ratusan jamaah melakukan shalat Jum’at. Di atas bangunan darurat itu juga 157 anak-anak Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) mengaji dan belajar agama Islam.

Bangunan Darurat Masjid Al Furqan
Semenjak runtuhnya Masjid Al-Furqan, sudah lama ummat Islam di Nias mendambakan sebuah Masjid yang representatif berdiri di tengah-tengah Ibu Kota Kabupaten Nias ini yang sekarang menjadi bagian dari Kota Gunung Sitoli yang dimekarkan. Namun apa hendak dikata, maksud hati memeluk gunung, apa daya tangan tak sampai. Ummat Islam di Nias yang minoritas, sebagian besar adalah kaum ekonomi lemah. Ummat Islam setempat mengalami kesulitan untuk membangun sendiri masjid tersebut. Kotak amal setiap Jum’at sekitar Rp 1 juta atau sebulan Rp 4 juta. Bila dana yang diperlukan untuk membangun kembali masjid Al-Furqan sebesar Rp 3 miliar, maka dengan potensi kotak amal hanya Rp 4 juta sebulan, maka diperlukan waktu 62 tahun enam bulan untuk menghimpun dana Rp 3 miliar. Itupun jika tidak dipakai untuk biaya operasional masjid. Kalau dikurangi biaya operasional, maka diperlukan waktu 100 tahun lebih untuk membangun kembali sebuah masjid di Ibu Kota Pulau Nias ini.
Berangkat dari hal tersebut di atas, YPMN bersinnerji dengan Lembaga Amil Zakat (LAZ) Al-Azhar Peduli Ummat. Lalu dirancang sebuah program yang disebut program Al-Azhar Peduli Muslim Nias yang merupakan sinnergi aktifitas dua lembaga, yaitu Al-Azhar Peduli Ummat dan Yayasan Peduli Muslim Nias, menggalang dana dari luar Pulau Nias untuk membangun kembali Masjid Raya Al-Furqan Kota Gunung Sitoli, Nias. Untuk membangkitkan semangat ummat Islam di Nias, salah seorang putra Buya HAMKA, yaitu Drs H Afif HAMKA ikut ke Nias mengisi Tabligh Akbar yang diselenggarakan sebelum peletakan batu pertama. Masjid Raya Al-Furqan akan dibangun 2.5 lantai, dengan anggaran Rp 3.4 miliar. Masjid ini akan menampung 800 jamaah.
Bagi yang ingin berpartisipasi dalam pendanaan Masjid Raya Al-Furqan Gunung Sitoli Nias, dapat menyalurkannya ke Bank Mandiri, Norek : 126 000 711 1122 a/n YPI Al-Azhar dan Bank Mandiri, Norek : 070 000 565 2958 a/n Yayasan Peduli Muslim Nias.