Empat tahun setelah peristiwa gempa dahsyat 28 Maret 2005 yang telah merobohkan Masjid Al-Furqan Nias, hingga kini masyarakat setempat belum sanggup membangunan sendiri penggantinya. Masjid yang dibangun tahun 1950-an merupakan salah satu masjid tertua dan terbesar di Nias. Di atas tanah yang berukuran 1.682 M² saat ini baru dapat didirikan bangunan darurat dari triplek, papan dan seng (TPS) sekedar bisa untuk shalat dan tempat pengajian 157 anak-anak TPA / TPQ.
Alhamdulillah, titik terang pembangunan Masjid Raya Al-Furqan Kota Gunung Sitoli Nias mulai kelihatan dengan bantuan LAZ Al-Azhar. M Anwar Sani, Direktur LAZ Al-Azhar Peduli Ummat, bersama M Yusuf Sisus, Ketua Yayasan Peduli Muslim Nias sepakat bersinnergi dengan melahirkan program Al-Azhar Peduli Muslim Nias (APMN). Program APMN dalam rangka membangun kembali Masjid Al-Furqan Nias sudah dilaporkan kepada Pengurus Yayasan Pesantren Islam (YPI) Al-Azhar, yang waktu itu diterima oleh Ketua Umum (H. Hariri Hady) dan Sekretaris (H Nasroul Hamzah). Alhamdulillah rencana ini mendapat dukungan YPI Al-Azhar. Oleh karena itu, seperti ditegaskan Suryaningsih dari LAZ Al-Azhar, pembangunan Masjid Al-Furqan harus segera dimulai. Bulan Ramadhan yang akan datang adalah waktu yang sangat tepat untuk mencari dana.
Berkaitan dengan pembangunan Masjid Al-Furqan Nias tersebut di atas, Insya Allah rencana peletakan batu pertama akan dilaksanakan pada minggu pertama bulan Agustus 2009. Acara peletakan batu pertama ini akan dibarengi dengan Tablig Akbar. Alhamdulillah, Ustadz Afif Hamka, salah seorang putra Buya Hamka, yang dihubungi M Yusuf Sisus pada tanggal 05 Juli 2009, kebetulan bisa bertemu pada Acara Syukuran Khitanan di Tanjung Priok, beliau menyatakan kesediaan pergi ke Nias untuk mengisi Tablig Akbar tersebut.
Sembari mencari dukungan ke berbagai pihak, LAZ Al-Azhar sudah mulai mempublikasikan rencana pembangunan kembali masjid tersebut. Brosur dan Majalah LAZ Al-Azhar (CARE) yang memmuat rencana pembangunan Masjid Al-Furqan sudah mulai dikirim ke masyarakat, terutama kepada perusahaan dan perorangan yang selama ini memberi perhatian besar atas usaha-usaha LAZ Al-Azhar. Informasi pembangunan Masjid Al-Furqan, hampir setiap Jum’at dimuat di Dialog Jumat Republika. Di samping itu, setiap Senin pertama dan ketiga Iklan Pembangunan Masjid Al-Furqan dimuat di koran Seputar Indonesia (Sindo). Spanduk besar dipasang ditempat strategis, antara lain di depan Kantor LAZ Al-Azhar di Jalan Radio Dalam, Jakarta. Dwi Kartika Ningsing (bidang fund raising APMN) optimis akan dapat menggalang dana untuk Masjid Al-Furqan. Hasil dari publikasi LAZ Al-Azhar, Alhamdulillah mulai mengalir infaq / dana bantuan ke Rekening YPI Al-Azhar dan YPMN.
Dukungan untuk penggalangan dana ini terus dicari. Laz Al-Azhar bersama YPMN, pada tanggal 29 Juni 2009, datang bershilaturrahim kepada KH DR Tarmizi Taher, selaku Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia. Mantan Menteri Agama RI menyatakan dukungan penuh atas usaha LAZ Al-Azhar menggalang dana untuk Pembangunan Masjid Al-Furqan Nias. Bahkan beliau turut menanda-tangani Surat Permohonan Bantuan Dana yang ditujukan kepada beberapa Pengurus Masjid yang besar di Jakarta.
Satu hal pula yang menggembirakan bahwa jamaah Masjid Al-Furqan Nias telah memilih Thamrin Isa Ziliwu, mantan Kepala Cabang PLN Nias menjadi Ketua Kenaziran Masjid Al-Furqan yang disepakati pada rapat tanggal 03 Juli 2009. Dikatakan menggembirakan, karena selama ini jamaah Masjid Al-Furqan seperti tidak bersemangat, apakah Masjid Al-Furqan bisa dibangun kembali atau tidak, mengingat dana yang terkumpul masih sedikit. Empat tahun pasca gempa, baru terkumpul dana sekitar Rp 300 juta. Mereka tidak tahu lagi mau kemana hendak mencari dana untuk membangun kembali Masjid Al-Furqan.
Sementara itu, kontraktor pelaksana untuk membangun Masjid Al-Furqan sudah disepakati akan menunjuk perusahaan yang saat ini sedang membangun Rumah Gemilang Indonesia (RGI) di Depok. Menurut M Anwar Sani, RGI adalah proyek terbesar pertama dari LAZ Al-Azhar yang pembangunannya sudah mendekati rampung. Insya Allah, Masjid Raya Al-Furqan adalah proyek terbesar kedua dari LAZ Al-Azhar. Kabar dari Agus Nafi’, salah seorang Manager LAZ Al-Azhar, menyebutkan bahwa SK Penunjukkan kontraktor pelaksana sedang disiapkan. Dalam rencana Masyuri Kurniawan, pimpinan kontraktor pelaksana Masjid Al-Furqan, sebelum peletakan batu pertama, seyogianya sudah dipasang fondasi dari Masjid tersebut. Menyangkut pelaksanaan di lapangan akan dibahas pada rapat yang Insya Allah dilaksanakan ba’da Shalat Jum’at, 10 Juli 2009 di Masjid Agung Al-Azhar Kebayoran Baru, Jakarta. (M Yusuf Sisus)
syamsuri
1 tahun lalu
Pembangunan Masjid sangat di idamkan warga Muslim Nias, letaknya sangat strategis dipusat kota akan sangat membantu dalam syiar agama,
Kota Gunungsitoli bernuansa islami
Selamat, semoga amal ibadah muslimin dan muslimat yang berperan dalam pembangunan Masjid Al Furqan di balas berlipat ganda
Khaerul H Tanjung
1 tahun lalu
Saya sangat bersyukur kepada Allah SWT, indahnya berukhuwah. Berterima kasih kepada orang tua, abg, kk di YPMN, saya sangat mendukung upaya pembangunan kembali mesjid ini. Mesjid ini adalah bagian sejarah dari pembentukan kehidupan berislam saya, tempat kami ngaji, bermain, ber-mtq dan macam2. Saya dulu remaja mesjid disana, namanya dulu “Mesjid Raya”. Untuk itu saya bersedia berkontribusi apapun semampu saya. Ya Allah…kabulkanlah niat baik ini.