
Rombongan APMN (Ali Yusri Ibrahim, Farid Nuh, M Yusuf Sisus) dan KH DR Tarmizi Taher (duduk)
Jakarta, Rabu, 01 Juli 2009; KH DR Tarmizi Taher, mantan Menteri Agama RI yang kini memimpin Dewan Masjid Indonesia mendukung kegiatan penggalangan dana untuk pembangunan kembali Masjid Raya Al-Furqan Kota Gunung Sitoli Nias yang rusak akibat gempa 28 Maret 2005. Selain memberi infaq, Ketua Umum Pimpinan Pusat Dewan Masjid Indonesia ini menanda-tangani surat yang akan ditujukan ke Masjid-masjid potensial agar membantu pendanaan Masjid Al-Furqan. Demikian hasil audiensi Al-Azhar Peduli Muslim Nias (APMN) dengan Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia pada hari Rabu, 1 Juli 09. Rombongan terdiri dari Aguds Nafi’, M Yusuf Sisus, Ali Yusri Ibarahim dan Farid Nuh diterima KH DR Tarmizi Taher di Kantor beliau di Kantor Dewan Masjid Indonesia yang terletak di Masjid Istiqlal Jakarta.
Alumni Fakultas Kedokteran Airlangga Surabaya ini menyebutkan beberapa Masjid besar untuk didatangi Al-Azhar, antara lain Masjid Agung Sunda Kelapa. Beliau mengatakankan: “Sampaikan ke Pengurus Masjid Agung Sunda Kelapa bahwa yang menyuruh datang ke sini adalah Pak Tarmizi Taher. Insya Allah, akan dibantu. Juga agar mendatangi ke Dirjen Bimas Islam, Prof Nazaruddin Umar”.
Dapat dijelaskan bahwa sudah empat tahun gempa Nias berlalu, Masjid Raya Al-Furqan, sebuah masjid tertua dan terbesar di Nias tidak dapat berdiri kembali dari keruntuhannya. Alhamdulillah, LAZ Al-Azhar Peduli Ummat yang telah tiga kali mengirim Tim ke Nias, terpanggil untuk membantu mencarikan dana guna membangun masjid Raya Al-Furqan. LAZ Al-Azhar yang dipimpin oleh M Anwar Sani bersinnergi dengan Yayasan Peduli Muslim Nias (YPMN), sepakat membentuk program bersama yang diberi nama Program Al-Azhar Peduli Muslim Nias (APMN).
Untuk penggalangan dana tersebut APMN melakukan shilaturrahim, meminta dukungan kepada beberapa Yayasan, Dewan Masjid, Badan Amil Zakat, Lembaga Amil Zakat, perusahaan-perusahaan dan para donatur. Beberapa waktu lalu telah dilakukan shilaturrahim dengan Pengurus Yayasan Pesantren Islam (YPI) Al-Azhar yang diterima H Hariri Hadi (Ketua Umum) dan H Nasroul Hamzah (Sekretaris Umum) YPI Al-Azhar.
Mantan Duta Besar untuk Norwegia dan Islandia yang kini telah berusia 73 tahun itu rupanya sudah pernah ke Nias pada tahun 1965. Waktu itu beliau masih berdinas selaku perwira Angkatan Laut. “Beliau menanyakan apakah yang dimaksud adalah masjid yang terletak di tepi pantai di pasar Gunung Sitoli?”. Farid Nuh, salah seorang rombongan APMN yang baru tiba beberapa hari lalu dari Gunugsitoli menjawab “Ya”.
Dari upaya publikasi yang dilakukan LAZ Al-Azhar, baik melalui media massa seperti Dialog Jumat Republika, koran Sindo, Majalah Care, penyebaran brosur dan pemasangan spanduk di tempat-tempat strategis, diharapkan dalam waktu dekat bisa terkumpul dana supaya pembangunan kembali Masjid Al-Furqan bisa dimulai.
Peletakan batu pertama direncanakan bisa terlaksana pada awal Agustus 2009. Mengingat dana yang diperlukan sekitar tiga miliar rupiah, M Anwar Sani, Direktur LAZ Al-Azhar Peduli Ummat mengharapkan kiranya dapat dibentuk sebuah konsorsium dengan mengikut-sertakan BAZNAS, Dompet Dhuafa, Lembaga Amil Zakat (LAZ) yang ada saat ini di Indonesia. Syukur-syukur pihak luar negeri, terutama Negara-negara kaya di Timur Tengah mau turun tangan membiayainya. (APMN)