<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Yumirna, Langkah Kecil Pascarehabilitasi Nias</title>
	<atom:link href="http://blog.muslim-nias.org/2008/12/yumirna-langkah-kecil-pascarehabilitasi-nias/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blog.muslim-nias.org/2008/12/yumirna-langkah-kecil-pascarehabilitasi-nias/</link>
	<description>Mewujudkan Masyarakat Muslim Nias yang Rahmatan Lil Alamin</description>
	<lastBuildDate>Tue, 27 Jul 2010 15:56:22 +0700</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.1</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: Yedin zega</title>
		<link>http://blog.muslim-nias.org/2008/12/yumirna-langkah-kecil-pascarehabilitasi-nias/comment-page-1/#comment-490</link>
		<dc:creator>Yedin zega</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 25 Jan 2009 11:57:13 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.muslim-nias.org/?p=363#comment-490</guid>
		<description>Wslm buat kita semua,
Special buat keluarga ibu Yumirna Zega. Itulah hidup manusia ibu. Sekarang tahun 2009 tak terasa kalau sudah mau 3 tahun saya sudah tidak main main lagi di BOZIHONA I,II,III, TAGAULE I.II,BOTOHAENGA dan tidak mampir diwarung ibu lagi. Untuk lebih dekat saya beritahu kalau saya sering dipanggil Edi Zega bu, sebagai Koordinator Lapangan Proyek Bantuan UNHCR - AMDA 2005 - 2007 lalu. Dan kondisi yang ibu tuangkan dalam tulisan ini saya akui sendiri itu real. Tapi sebagai ono niha waktu itu ibu, saya sebagai koordinator berprinsip yang aturannya tidak layak mendapatkan rumah bantuan diBozihona I,II,III saya bekerja keras agar masyarakat kita dapat rumah dan ibu tahu sendiri karena saya selalu kerjasama dengan Pak Kades. Dalam sejarah kehidupan saya bu, bekerja diBozihonalah yang sangat terkesan, karena saya kerja dengan taruhan nyawa. Tapi karena Tuhan mungkin tahu niat saya dan beberapa anggota saya sehingga kami selamat. Kenapa saya berpikir untuk berusaha agar masyarakat kita mendapat rumah itu waktu itu, tidak lain karena hanya itulah kesempatan emas. Dan saya sadar, saya juga orang Nias dan tidak akan selamanya saya bekerja di UNHCR - AMDA itu. Tapi, apa pun itu ceritanya, saya bangga secara pribadi karena diBozihona dusun I sendiri rumah bantuan AMDA lebih dari 100 biji dan total semua sampai di Onolimbu, hampir 300 buah rumah. Saya rasa, saya lebih dari seorang Bupati dengan saya ikut jadi relawan waktu itu dan sampai sekarang. Jadi, saya yakin kehidupan keluarga pak Kades sekarang sudah baik dan akan semakin lebih baik. 
Baiklah ibu, kapan2 saya akan main2 disana dengan keluarga untuk makan kepiting dan ikan segar dipantai Bozihona. Saya berharap semoga penerima bantuan rumah lewat kami akan berbahagia untuk tinggal dirumahnya sampai sekarang dan ASWT selalu melindungi mereka.

Wslm,
Eddie Zega - AMDA</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Wslm buat kita semua,<br />
Special buat keluarga ibu Yumirna Zega. Itulah hidup manusia ibu. Sekarang tahun 2009 tak terasa kalau sudah mau 3 tahun saya sudah tidak main main lagi di BOZIHONA I,II,III, TAGAULE I.II,BOTOHAENGA dan tidak mampir diwarung ibu lagi. Untuk lebih dekat saya beritahu kalau saya sering dipanggil Edi Zega bu, sebagai Koordinator Lapangan Proyek Bantuan UNHCR &#8211; AMDA 2005 &#8211; 2007 lalu. Dan kondisi yang ibu tuangkan dalam tulisan ini saya akui sendiri itu real. Tapi sebagai ono niha waktu itu ibu, saya sebagai koordinator berprinsip yang aturannya tidak layak mendapatkan rumah bantuan diBozihona I,II,III saya bekerja keras agar masyarakat kita dapat rumah dan ibu tahu sendiri karena saya selalu kerjasama dengan Pak Kades. Dalam sejarah kehidupan saya bu, bekerja diBozihonalah yang sangat terkesan, karena saya kerja dengan taruhan nyawa. Tapi karena Tuhan mungkin tahu niat saya dan beberapa anggota saya sehingga kami selamat. Kenapa saya berpikir untuk berusaha agar masyarakat kita mendapat rumah itu waktu itu, tidak lain karena hanya itulah kesempatan emas. Dan saya sadar, saya juga orang Nias dan tidak akan selamanya saya bekerja di UNHCR &#8211; AMDA itu. Tapi, apa pun itu ceritanya, saya bangga secara pribadi karena diBozihona dusun I sendiri rumah bantuan AMDA lebih dari 100 biji dan total semua sampai di Onolimbu, hampir 300 buah rumah. Saya rasa, saya lebih dari seorang Bupati dengan saya ikut jadi relawan waktu itu dan sampai sekarang. Jadi, saya yakin kehidupan keluarga pak Kades sekarang sudah baik dan akan semakin lebih baik.<br />
Baiklah ibu, kapan2 saya akan main2 disana dengan keluarga untuk makan kepiting dan ikan segar dipantai Bozihona. Saya berharap semoga penerima bantuan rumah lewat kami akan berbahagia untuk tinggal dirumahnya sampai sekarang dan ASWT selalu melindungi mereka.</p>
<p>Wslm,<br />
Eddie Zega &#8211; AMDA</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: indri</title>
		<link>http://blog.muslim-nias.org/2008/12/yumirna-langkah-kecil-pascarehabilitasi-nias/comment-page-1/#comment-433</link>
		<dc:creator>indri</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Dec 2008 06:16:25 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.muslim-nias.org/?p=363#comment-433</guid>
		<description>Mungkin tidak sedikit yang punya perasaan gelisah ditinggal BRR seperti ibu Yumirna. Tapi kembali saya ingatkan...tanpa bermaksud menggurui...semua itu Allah yang atur....bersabar dan bersyukur..itu saja yang harus kita lakukan...BRR bukan segalanya...dia cuma lembaga yang didirikan untuk membantu memulihkan kondisi di Nias.Selebihnya...ya..tergantung usaha masyarakat Nias sendiri.Tapi saya yakin insyaAllah kondisi akan semkin baik kalau kita mau berusaha, sabar, dan senantiasa memohon kepadaNya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mungkin tidak sedikit yang punya perasaan gelisah ditinggal BRR seperti ibu Yumirna. Tapi kembali saya ingatkan&#8230;tanpa bermaksud menggurui&#8230;semua itu Allah yang atur&#8230;.bersabar dan bersyukur..itu saja yang harus kita lakukan&#8230;BRR bukan segalanya&#8230;dia cuma lembaga yang didirikan untuk membantu memulihkan kondisi di Nias.Selebihnya&#8230;ya..tergantung usaha masyarakat Nias sendiri.Tapi saya yakin insyaAllah kondisi akan semkin baik kalau kita mau berusaha, sabar, dan senantiasa memohon kepadaNya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
