Tiani Halawa, Kembalinya si Anak Hilang

July 9th, 2008 · 1:13 pm @ YPMN  - 

Di penghujung bulan Juni 2008 lalu, tepatnya Sabtu 21 Juni 2008 Ama Nofe Halawa, Istrinya dan Nofe anak laki-laki sulung terlihat gelisah menantikan kedatangan putri mereka didermaga pelabuhan angin, Gunugsitoli. Keluaraga yang berasal dari Desa Lolofauso, Kec. Lolowau, Nias Selatan ini, sudah sembilan bulan lamanya dirundung nestapa, karena putri mereka bernama Tiani Halawa (16 thn) dikabarkan hilang, setelah sebelumnya dia tinggal bersama pamannya (adik kandung Ama Nofe) di daerah Cibinong, Bogor.

Tiani Halawa

Penantian itupun berakhir sudah. Tiani Halawa yang awalnya diduga sebagai korban trafficking itu, diantar oleh H. S.W. Hilal Al Qudus (dewan pengawas YPMN) yang kebetulan juga ada keperluan keluarga di Gunungsitoli. Disaksikan beberapa tokoh masyarakat muslim Nias di Gunungsitoli dan Misran Lubis, Area ManagerPusat Kajian dan Perlindungan Anak, Tiani diserahkan kembali kepada kedua orangtuanya.

Bermula dari kabar yang diterima oleh H.M. Yusuf (Ketua YPMN) dari Joko Windoro (Al Azhar Peduli Ummat), yang mengabarkan bahwa di daerah Bogor ada seorang anak Nias bernama Linda Halawa (belakangan diketahui bernama Tiani) diduga sebagai korban traficking. Anak tersebut ditampung oleh keluarga bapak Edi Sugandi.

Kepada keluarga bapak Edi, Tiani mengaku dibawa seseorang dari Nias, kemudian dia kabur dari rumah orang tersebut dan sempat bekerja di sebuah diskotik. Karena tak tahan dengan perlakuan kasar yang diterimanya, akhirnya dia meninggalkan tempat tersebut dan ditemukan oleh seorang satpam komplek perumahan dimana anak bapak Edi Sugandi tinggal. Oleh anak bapak Edi Sugandi, Tiani kemudian dititipkannya kepada orang tuanya (bpk. Edi Sugandi). Setelah beberapa bulan, Tiani berkali-kali minta untuk pulang ke Nias. Namun karena identitasinya belum jelas, pak Edi Sugandi sulit memenuhi keinginan tersebut.

Namun pertolongan Allah rupanya mempertemukan Tiani dengan YPMN, hingga akhirnya kabar keberadaannya sampai kepada Pak Yusuf Sisus (ketua YPMN).Oleh pak Yusuf kabar ini kemudian diteruskan kepada ketua HIMNI, bpk Ikhtiar Nduru. Namun utusan HIMNI yang menemui Tiani (waktu itu mengaku bernama Linda) tidak berhasil membujuk Tiani untuk diajak berkomunikasi. Nampaknya Tiani sangat curiga sekali dengan orang yang baru dikenalnya.

Tak mengenal putus asa, YPMN kemudian meminta keluarga H. Rahmaddin Harefa dan kel. H. SW. Hilal untuk mencoba menemui Tiani. Alhamdulillah, Tiani mau diajak untuk tinggal sementara di rumah H. Rahmaddin Harefa untuk kemudian dicarikan jalan pemulangannya ke Nias.

Setelah melalui proses yang cukup panjang, dan bantuan dari berbagai pihak antara lain: HIMNI, PKPA, dan Pemda Kab. Nias Selatan akhirnya keluarga Tiani dapat ditemukan.Oleh YPMN kemudian diatur proses pemulangan ini, biaya pemulangan semuanya ditanggung oleh YPMN.
Meskipun Tiani berasal dari keluarga Non Muslim (Kristen Protestan), namun rasa persaudaraan sebagai sesama Ono Niha, tidak menjadi penghalang. Apalagi Islam adalah agama yang sangat menganjurkan untuk berbuat baik kepada siapapun tanapa memandang suku, agama atau ras.

Demikian hingga akhirnya Tiani si anak hilangĀ  bisa kembali kedalam pelukan kedua orang tuanya. Semoga menjadi anak berbakti dan berguna bagi bangsa dan negara. (ypmn)

Tags:

Komentar ditutup.