Hari Anak Nasional Bergema di Pulau Nias

July 31st, 2008 · 10:26 am @ YPMN  - 

Untuk ke empat kalinya Perayaan Hari Anak Nasional terselenggara di bumi Nias, namun tahun ini kegiatan lebih meriah dan lebih bermakna. Ada yang berbeda penyelenggaraan HAN-2008 di Nias dibandingkan dengan tiga tahun sebelumnya yakni 2005, 2006 dan 2007.

Kongres Anak Nias I

Jika tahun-tahun sebelum perayaan Hari Anak dimeriahkan dengan berbagai macam lomba dan puncaknya acara seremonial upacara, untuk tahun ini dirasakan lebih bermakna dan berkalitas. Salah satunya adalah penyelenggaraan Kongres Anak Nias-I. Kongres Anak Nias tahun 2008 diikuti 45 peserta yang berasal dari Anak pemenang lomba karya ilmiah tingkat SLTP dan SLTA, perwakilan anak berkebutuhan khusus (anak cacat), anak yang berkonflik dengan hukum, anak kreatif dampingan lembaga anak yaitu PKPA, Pusaka Indonesia, WVI, Save the Children, FKPI, FORNIHA dan Anak Komunitas Miskin Kota.

Selama 2 hari penyelenggaraan Kongres Anak Nias tanggal 19-20 Juli 2008 dipusatkan di Aula Kepasturan Laverna-Gunungsitoli. Acara pembukaan Kongres dihadiri oleh Sekretaris Daerah Pemkab Nias (Bapak Martinus Lase), Kepala Dinas KB dan PP Pemkab Nias (Bapak Yuniman Zebua) dan Seluruh Pimpinan Organiasi Perlindungan Anak. bertindak sebagai Fasilitator kegiatan adalah Misran Lubis (PKPA), JOKO Supriyanto (FKPI) dan Erikson Sijabat (WVI). Ada dua keputusan penting dalam Kongres Anak tersebut yakni:

Rekomendasi Anak Nias

Hasil kongres anak nias I, merekomendasikan beberapa hal kepada pemerintah daerah kabupaten Nias. Tujuh butir rekomendasi tersebut adalah:

  1. Agar pemerintah daerah memperhatikan pendidikan murah dan berkualitas secara merata hingga ke daerah terpencil.
  2. Menghapuskan kekerasan secara fisik dan/atau verbal dalam keluarga, sekolah dan masyarakat.
  3. Menghapuskan segala bentuk diskriminasi jenis kelamin, status sosial, sara dan fisik.
  4. Menghapuskan eksploitasi anak, perdagangan anak dan pekerja anak, serta memberikan sanksi yang tegas kepada pelanggaran-pelanggaran yang terjadi.
  5. Menyediakan fasilitas kesehatan yang murah, berkualitas dan merata.
  6. Mensosialisasikan dan merealisasikan undang-undang nomor 23 tentang perlindungan anak kepada orangtua masyarakat dan pemerintah daerah.
  7. Pemerintah membentuk lembaga khusus yang melayani masalah anak dan rumah singgah.

Rekomendasi ini disampaikan oleh 7 (tujuh) orang duta anak Nias terpilih kepada Bupati Nias, mereka adalah: Vecensius, Rizkan, Dewi, Yustinus, Erna, Romi, dan Hafsari.

Disamping bertugas menyampaikan rekomendasi ini kepada Bupati Nias, ketujuh duta anak Nias ini juga bertugas untuk mengawal realisasi rekomendasi, menjaga solidaritas antar anak dan mempersiapkan Kongres Anak Tahun 2009 mendatang.

Pada kegiatan puncak acara tanggal 23 Juli 2008, kegiatan dibuka oleh Wakil Bupati Nias, bapak Temazaro Harefa. Setelah pembukaan acara diisi dengan berbagai perlombaan untuk anak-anak usia dini (lomba mewarnai), lomba pusisi untuk anak sekolah dasar, lomba vocal solo untuk anak-anak tingkat SLTP, lomba Tari Kreasi Baru untuk tingkat SLTA dan Festival Band untuk anak-anak umum.

Wakil Bupati Nias  Pentas Hari Anak Nias

Anak-anak peserta Kongres dan lembaga perlindungan anak yang tergabung dalam kepanitiaan berharap kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Nias untuk benar-benar memberikan respon positif atas hasil rekomendasi Kongres dan merealisasikannya dalam kebijakan pemerintah mulai tahun 2008 hingga dimasa depan, demi terwujudnya anak-anak Nias yang sejahtera, berkualitas dan terlindungi.

Hari Anak dan Kongres Anak Nias ini diselenggarakan oleh: PEMKAB Nias, PKPA, STIE, PESADA, FKPI, UN-ORC, UNICEF, Save the Children, Pusaka Indonesia, World Vision International, FORNIHA dan didukung oleh KNH-Jerman.

Sumber: Press release PKPA (Pusat Kajian dan Perlindungan Anak) area Nias, oleh Misran Lubis (Area Manajer PKPA Nias).

Tags:

Satu Komentar → “Hari Anak Nasional Bergema di Pulau Nias”


  1. buala gea

    11 bulans lalu

    Selamat malam Bapak / Ibu Bupati/wakil, saya berkomentarar bahwa penduduk Nias sekarang sudah mulai berkembang……Ada baiknya kalau disetiap daerah terpencil lebih diperhatikan oleh Bapak/Ibu dan memberi fasilitas kendaraan dan alat teknologi khususnya komputer dan juga ekstra seperti tingkat pendidikan khususnya bahasa inggrisnya. untuk itu perlu banyak perhatian Bapak disetiap sekolah diseluruh pulau Nias dan rakyat yang kurang mampu dalam menghadapi kondisi sekarng ini.. terimakasih selamat malam

    Oleh Buala Gea