“Maka berlomba-lombalah berbuat kebaikan..” demikian kutipan ayat yang tercantum dalam surat Al Baqarah:148 dan Surat Al Maidah:48.
Anjuran dalam ayat itulah yang kini sedang dilakukan oleh YPMN dan Al Azhar Peduli Ummat, bersinergi dalam aktifitas pendampingan dan fundrising dalam rangka percepatan pemulihan kondisi ummat Islam Nias yang masih memprihatinkan pasca gempa 2005 lalu.
Niat baik ini tercetus dari hasil kunjungan safari masjid ke masjid di Nias akhir Mei lalu (baca Oleh-oleh dari Nias bag 1 dan 2). Kabar gembira ini telah dimuat dalam Tabloid Republika Dialog Jum’at edisi 27 Juni 2008 lalu. Sebelumnya ada dua tulisan tentang kunjungan Al Azhar Peduli Ummat di Nias yang telah dimuat di tabloid yang sama.
| From Album: An Nur Botomuzoi |
Berikut ini saduran tulisan tersebut.
Menggagas Al Azhar Peduli Muslim Nias
Terpuruk, begitulah kondisi muslim Pulau Nias, Sumatera Utara pasca gempa besar memporak poranda pada Februari 2005. “Kami minoritas, muslim hanya 5 persen di seluruh Nias. Bahkan, 12 KK muallaf di kecamatan Botomuzoi tidak tercantum dalam data demografi sebelum saya bertugas,” ujar Ajran Caniago (38) Camat Botomuzoi, Nias.
Kesulitan mengkoordinasi diri untuk mendapat akses bantuan adalah kendala utama muslim Nias untuk bangkit. Setidaknya untuk membangun kembali masjid-masjid dan surau-surau yang hancur luluh diamuk gempa.
“Tidak ada ahli konstruksi yang memadai. Bahkan, membuat rancang dan RAB yang akuntabel saja kami kesulitan,” papar Dian S. Taufik Zega (35), relawan Nias.
Cucu Sani Zega, mantan Bupati Nias dua periode lalu itu memprihatinkan munculnya disharmoni antara panitia pembangunan, kenaziran (takmir), dan lembaga bantuan. “Jujur saja, tanpa pendampingan, kami tidak siap memasuki tahap rekonstruksi pasca gempa”, ujar Dian.
Yang dilaporkan Dian adalah situasi konkrit. Al Azhar Peduli Ummat menyaksikan langsung saat bersafari dari masjid ke masjid di Nias, akhir Mei lalu.
Advokasi
Sebuah gagasan terbetik. Al Azhar Peduli Ummat bersinergi dengan Yayasan Peduli Muslim Nias berencana membuat sinergi program Al Azhar Pedulu Muslim Nias (AMPN), melanjutkan aktifitas pendampingan dan fundrising yang telah dilakukan YPMN selama ini.
“Kami menyambut rencana ini dengan antusias. Sebab, kalau jalan sendiri-sendiri, rasa-rasanya sulit bagi muslim Nias untuk bangkit” ujar H.M. Yusuf Sisus Lombu, Ketua YPMN.
APMN memiliki dua agenda utama: pembentukan tim Advokasi Rekonstruksi Muslim Nias dan Sinergi Fundrising untuk Muslim Nias. Di Nias, Al Azhar Peduli Ummat hanya melihat dua buah masjid yang sudah tegak kembal, puluhan lainnya masih berstatus darurat.
“Tim advokasi akan melakukan assesment, pendampingan, konsulting, penyusunan bersama gambar rancang bangun, dan RAB. Target kecilnya komunitas muslim Nias di masing-masing wilayah bisa menyusun proposal yang layak,” ujar Joko Windoro, Manajer Program Al Azhar Peduli Ummat.
Joko menambahkan, APMN akan mereaktualisasi kepedulian terhadap muslim Nias yang sepertinya terlupakan. Jaringan publikasi Al Azhar Peduli Ummat dan YPMN akan mengambil peran ini.
Selanjutnya, berdasar rekomendasi Tim Advokasi, APMN akan melakukan penggalangan dana secara luas untuk membangun kembali masjid-masjid dan surau-surau di Nias.
Dai dan Santri
Bukan cuma fisik, kebutuhan ruhani muslim Nias, terutama muallaf dan mereka yang berdomisilidi pelosok, juga mendapat sentuhan.
Awal Juli, Al Azhar Peduli Ummat akan mengirim da’i pendampingan untuk 12 keluarga muslim di Botomuzoi. Ini sesuai harapan Duhusokhi Waruwu (42), muallaf Botomuzoi. “Kami ini kenal Islam baru sebatas kulitnya saja, kalau tidak ada yang membimbing kami mengaji, bagaimana kami bisa merasakan nikmatnya fitrah Islam?”
Agar nantinya muncul kader-kader muslim berkualitas di Tano Niha (Nias), Al Azhar Peduli Ummat juga memberikan beastudi kepada anak-anak Nias untuk menangguk ilmu agama di tempat lain. Saat ini terdaftar tiga orang anak asal Botomuzoi, Humene, dan Gunungsitoli yang segera di pondokkan di Ponpes Prof. Hamka, Nagari Maninjau, Padang.
Muallaf Nias merangkak mendekati Rab-nya, dan Allah segera berlari menyambut hambaNya. “Saya mau mengangkat dia anak Nias sebagai anak asuh. Kami beluim dianugrahi momongan,” kata seorang donatur Al Azhar Peduli Ummat.[jw/ADV]