Sutradara Iran Bikin Film ”Yesus” versi “Islam”

January 27th, 2008 · 7:54 am @ aljeffry  - 

Karena sering melihat film Yesus selalu dalam perpektif Barat, seorang sutrada Iran, Nader Talebadzeh membuat film tentang Yesus dalam perspektif Islam.

Dalam film bertitile “Jesus, the Spirit of God”, Nader Talebadzeh mencoba memberikan sudut pandang alternatif dengan membuat film tentang Yesus berdasar perspektif Islam.

Nader memberi judul film yang disutradarainya dengan Jesus, the Spirit of God atau Yesus, Semangat dari Tuhan. Misi film ini adalah menjawab gambaran tentang Yesus sebagaimana ditampilkan dalam film blockbuster keluaran Hollywood dan The Passion of the Christ yang disutradarai oleh aktor sekaligus sutradara Mel Gibson pada 2004.

Menurut Nader, film Gibson memang mengagumkan. Namun, dia menilai, terdapat kesalahan di dalamnya. “Film Gibson adalah film yang sangat bagus. Bagi saya, itu adalah film yang digarap dengan apik. Tapi, cerita yang terkandung di dalamnya salah. Ceritanya tidak seperti itu,” ujarnya.

Nader menyatakan sempat berkunjung ke rumah mewah Gibson di Malibu, Negara Bagian California, Amerika Serikat. Niatnya, menunjukkan film garapannya tersebut untuk berdiskusi dengan Gibson.

“Tapi, karena saat itu adalah Minggu, hanya sekuriti yang menerima kopi beserta brosur film tersebut. Meski dia berjanji menyampaikan barang-barang itu kepada Mel Gibson sendiri, tidak ada kabar hingga kini,” ucapnya.

Film Nader tersebut sebenarnya sudah diputar di Iran. Namun, karya itu kurang mendapat respons.
Bertepatan dengan bulan Ramadhan kemarin, film tersebut hanya diputar di lima bioskop di Teheran dan cuma ditonton oleh pemirsa seadanya.

Film yang didanai badan penyiaran negara itu pun cepat menghilang dari peredaran. Papan-papan iklan tidak lagi memasang poster film tersebut. Meski tidak sukses dari segi komersial, Jesus, the Spirit of God memenangi penghargaan dalam ajang festival film religi di Italia pada 2007.

Gaung film tersebut ternyata belum benar-benar berakhir. Rencananya, film kontroversial itu dibuat ulang sebanyak 20 episode dan segera ditayangkan di stasiun televisi nasional milik negara pada tahun ini.

Nader menekankan bahwa film buatannya tersebut mengusung isu yang nanti dapat menjembatani perbedaan-perbedaan antara Islam dengan Kristen.

“Dengan menyaksikan film itu, umat Kristiani akan terkagum-kagum dan mengetahui bahwa Islam memberikan pengetahuan agama (devotion) sekaligus pengetahuan lengkap mengenai sosok Yesus yang sebenarnya,” jelasnya kepada AFP.

Misi itulah yang diembannya dalam membuat film tersebut. “Saya ingin menjembatani perbedaan antara dua agama besar itu. Saya terbuka untuk berdialog mengenai film tersebut terkait persamaan mendasar antara Islam dengan Kristen,” lanjutnya.

Selama ini, Nader dikenal sebagai sutradara film-film dokumenter yang mengangkat tema perang Iran-Iraq pada 1980-1988. Genre film semacam itu sangat berpengaruh pada masa pascasinema revolusioner.

Namun, dia juga gemar membuat film bergenre thriller dan romantis. Film-filmnya pun berhasil merebut perhatian penonton di negara republik Islam tersebut.

Di Iran, penganut Nasrani mencapai sepuluh persen dari total penduduk. Sebagian besar di antara mereka adalah etnis Armenia.

Setiap perayaan Natal, Presiden Mahmoud Ahmadinejad dan para pejabat lainnya tidak pernah lupa mengirim ucapan Natal kepada para pemimpin Kristen, termasuk Paus.

Pesan Natal Ahmadinejad tahun ini berbunyi, “Perdamaian, persahabatan, dan keadilan akan terwujud dengan ajaran Yesus Kristus yang tersebar di seluruh dunia.” [afp/jp/www.hidayatullah.com]

Tags: ,

7 Komentar → “Sutradara Iran Bikin Film ”Yesus” versi “Islam””


  1. ahmad ilham

    2 tahuns lalu

    Kenapa film ini tidak disebar luaskan keseluruh dunia untuk menyampaikan kebenaran dalam versi Agama Islam dan itu akan menjadi tolak ukur dan studi banding umat Nasrani tentang agama Islam yang sesungguhnya

    Amin


  2. dea

    2 tahuns lalu

    Iya bener…..film nya biar ditonton orang banyak aja..biar umat nasrani yang lain mengetahui kisah yang sebenarnya…………subhanallah saya dulu nasrani tapi setelah saya mengkaji alquran untuk mencari kelemahannya dan niat awal saya untuk menjatuhkan islam….tapi ternyata saya malah menemukan kekaguman saya terhadap alquran dan saya akhir nya masuk agama islam..agama yang paling benar menurut saya……..saya bersyukur mendapatkan hidayah ini.


  3. amat

    1 tahun lalu

    Bagaimana Islam bisa mengerti dan mendalami Yesus, sementara itu tidak sebetikpun nama Yesus ada tersurat didalam al quran. Oleh karenanya sia-sialah muslim ingin mengetahui dan mendalami siapa itu Yesus, kalau ia tidak belajar dari Alkitab. kalau didalam Alkitab, nama Yesus tersebut begitu banyaknya. bahkan sebelum lahirpun telah dinubuatkan, tentang bagaimana lahirnya, hidup dan matinya di salib (lengkapnya baca sendiri Alkitab) dan bahkan Tuhan telah langsung memberi nama, yaitu Yesus dan setelah diurapi menjadi Yesus Kristus. Apakah Yesus Kristus itu sama dengan Isa ? Jikalau sama, kenapa : a. Namanya berubah, b. kisahnya berbeda, khusus dalam kematiannya di salib, c. siapa yang telah dengan berani merubah nama Yesus yang merupakan pemberian dari Tuhan (Yahweh)sendiri bukan Allah lho, sehingga menjadi Isa. Kalau muhammad ingin mensejajarkan dirinya dengan Yesus, itu lain lagi ceritanya. tapi yang pasti menurut sejarahnya lho, bahwa muhammad pada doa terakhir sebelum matinya, berdoa dengan memohon agar dapat dipertemukan dengan “Teman” yang Maha Tinggi


  4. SAYID

    1 tahun lalu

    Menanggapi deskripsi Sdr.Amat tentang do`a Muhammad sebelum berpulang Kehadapan KhalikNYA adalah salah dan rancu.Rasulullah sebelun wafat menyebut “ummati..Ummati !”.Bukan mengucapkan kata-kata mutiara ciptaan anda.Mohon kepada Sdr. Amat untuk tidak mendeskripsikan sesuatu yang dimana anda tidak mempunyai pengetahuan apa-apa tentang itu dan tidak menjadi kapasitas anda.Jangan Ngarang DEH !!!anda diminta untuk mengomentari Film Yesus menurut pengertian Islam,bukan malah mengomentari Rasulullah Muhammad SAW.


  5. Yohanes

    1 tahun lalu

    Sampai kapanpun mereka tidak akan pernah menegerti tentang ajaran Yesus, sebab mereka melihat tapi tidak tahu – mereka mendengar tapi tidak mengerti.Jadi biarlah karena itu sudah takdir mereka biarlah mereka yang memilih. Karena YAHWE yaitu ALLAH org Israel adalah yang benar dari semua allah dimuka bumi ini dan tidak pernah memerintahkan umatnya beribadah dan menyembah suatu bangunan ataupun berhala apalagi film.Pengikut KRISTUS jangan terpancing dengan itu semua.GBU


  6. Gozeng

    1 tahun lalu

    Yeahhh,, udah deh berdebat soal itu,, terserah siapa Yesus itu menurut anda.. tidak usah dipersoalkan,,, ntar bisa jadi perpecahan diantara kita… Saya harap admin meminimalkan menulis artikel2 yang bisa mengundang kontrofersi… Agama tidak menjamin kita masuk sorga atau tidak,, tapi iman dan perbuatan kitalah yang menjamin… thanks!!


  7. Blog Admin YPMN

    1 tahun lalu

    Para pembaca yang budiman,

    Beberapa komentar yang masuk terkait artikel ini terpaksa tidak kami tampilkan, karena kami anggap mengarah pada provokasi dan melanggar etika kepatutan dan mengandung unsur fitnah yang dapat menyinggung pihak-pihak tertentu.

    Oleh karena itu mohon dengan sangat untuk memperhatikan hal tersebut. Sungguh artikel ini kami sajikan bukan bertujuan untuk membanding-bandingkan apalagi mencari pembenaran atas agama lain. Coba simak kembali tulisan tersebut yang menyebutkan motifasi dari si Sutradara, dia menyatakan: “Saya ingin menjembatani perbedaan antara dua agama besar itu. Saya terbuka untuk berdialog mengenai film tersebut terkait persamaan mendasar antara Islam dengan Kristen,”

    Lalu lihat tanggapan dunia barat: “..Jesus, the Spirit of God memenangi penghargaan dalam ajang festival film religi di Italia pada 2007″. Padahal Italia kita kenal sebagai negara dengan mayoritas penduduk Kristen katolik yang sangat taat.

    Sekali kami mohon dengan sangat sebelum menanggapi harap membaca tulisan tersebut dengan cermat, gunakan akal budi dan bersihkan hati dari segala prasangka, karena kita semua adalah bersaudara.

    Menanggapi pertanyaan sdr. Amat tentang korelasi antara nama Yesus dan Isa, disini kami kutip salah satu tulisan yang dimuat disalah satu blog yang bersumber dari Media Insani oleh Ahmad Deedat:

    ASAL KATA DR MANA YESUS.
    December 19, 2007 partyrianjani
    ASAL KATA YESUS
    Oktober 26, 2007

    Nama kecilnya adalah “Eesa”. Nama diri nya adalah “Isa” (Arab) atau “Esau” (Yahudi). Dalam Bahasa Ibrani dikenal sebagai “Yeshua” atau “Yehosyua”, yang oleh bangsa Kristen Barat dialihkan ke dalam bahasa latin menjadi “Yesus” dan dalam Bahasa Inggris menjadi “Jesus”. Dalam kata YESUS ini, baik huruf “Y” atau “S” tidak ditemukan dalam bahasa aslinya dan juga tidak terdapat dalam bahasa Semit.

    Kata “Esau” sangat sederhana dan menjadi nama Yahudi yang sangat lazim dipakai lebih dari 60 kali dalam lembaran Injil (Bible) lama, dalam bagian yang disebut “Genesis” (Kejadian), yang sedikitnya ada satu kata “Yesus yang sedang duduk di kursi tertuduh dihadapan Sanherdin (Pengadilan kaum Yahudi dulu)”. Yoshepus Seorang sejarawan Yahudi menyebutkan Yesus lebih dari 25 kali dalam bukunya “Book of Antiquities”.

    Perjanjian Baru (The New Statement) menyebut “Bar Yesus” sebagai seorang Tukang Sulap dan penyihir serta nabi palsu (Kisah Para Rasul 13 : 6). Demikian juga “Yesus Yustus” sebagai seorang misionaris Kristen yang hidup sejaman dengan Paul (Kolose 4 : 11)

    Itu berbeda dengan “Isa” anak laki-laki Maryam (Mary). Perubahan bentuk “Esau” menjadi (Y) ESU (S) (Yesus) amatlah unik. Keunikan ini (?) telah berjalan terus dikalangan orang-orang Yahudi dan Kristen sejak abad ke-2 setelah kelahiran Nabi Isa (Yesus).

    Dikalangan orang-orang Yahudi, nama “Esau” itu mencemari nama baik karena berasal dari nama seorang yang mengucapkan perkataan yang menghina Tuhan (Perusak Agama). Sedangkan dikalangan orang-orang Kristen, nama itu dijadikan nama asal Tuhan. Sementara orang-orang Islam tidak akan ragu-ragu menamakan
    “Kekasihnya” itu dengan nama “Eesa (Isa)”, sebab merupakan nama yang terhormat, yang berasal dari Alah SWT. Untuk utusan-Nya yang saleh.

    (Sumber : http://partyrianjani.blog.friendster.com/2007/12/asal-kata-dr-mana-yesus/.)

    Demikian, semoga memacu kita untuk lebih mengenal lagi Tuhan yang kita sembah, mengenal Nabi dan Rasul yang kita teladani, bukan untuk memicu kita saling bertengkar dan berpecah belah.

    Karena bagi setiap muslim sikap bertolerasi itu sudah jelas disebutkan dalam surat Al Ikhals: “Lakum Dinukum Wa Liyadin”, Bagimu Agamamu Bagiku Agamaku.”. Tidak ada intervensi satu sama lain dalam keimanan, tapi saling menghormati dan menyayangi dalam bermasyarakat.

    Damailah selalu. Wassalam.