Seorang Muslim membela Yahudi yang dikeroyok di AS

January 25th, 2008 · 1:42 pm @ aljeffry  - 

Sebuah kisah nyata tentang kepahlawanan dan keharmonisan antar ummat beragama di Amerika Serikat. Bagaimana seorang pemuda muslim asal Bangladesh membela tiga orang Yahudi yang dikeroyok lebih dari 10 orang di kereta bawah tanah kota New York pada Desember tahun lalu.

Amerika sebagai sutu negara multi ras dan etnik begitu tingginya memberi pengharagaan kepada sang “Hero”, sikap yang patut kita contoh menolong sesama tanpa memandang suku, agama, ras maupun bangsa.

Kisah nyata ini kami sadur dari ERAMuslim dot Com yang hari ini kembali memuat berita tentang sang Hero yang mendapat pengharagaan dan undangan menghadiri pidato kenegaraan presiden AS di Capitol Hill.
Berikut kisah selengkapnya…

Seorang Muslim Menolong Seorang Yahudi yang Dikeroyok di AS

(Dimuat pada Kamis, 13 Des 07 16:50 WIB oleh ERAMuslim.com)

Seorang muslim menolong tiga orang Yahudi yang dikeroyok oleh sekelompok orang, yang merasa tidak senang ketika salah seorang Yahudi itu mengucapkan “selamat hari Hanukkah.”

Peristiwa yang terjadi pada hari Jumat, pekan kemarin kini sedang diselidiki Kepolisian New York yang membidangi kejahatan-kejahatan bernuansa rasial.

Dalam keterangan pers hari Rabu (12/12), juru bicara ketiga Yahudi itu, Toba Hellerstein mengatakan, perselisihan yang terjadi di kereta bawah tanah Q berawal ketika seseorang mengatakan “selamat natal” dan dijawab oleh salah seorang kliennya yang Yahudi, bernama Walter Adler dengan kata “selamat Hanukkah. ”

Menurut Adler, ketika ia mengucapkan kata “selamat Hanukkah” muka orang tadi berubah seolah-olah ia mengatakan sesuatu yang buruk tentang ibu orang itu. Kemudian, dua orang perempuan yang satu kelompok dengan laki-laki yang marah tadi, mulai melontarkan kata-kata anti-Yahudi. Setidak ada 10 orang dalam kelompok itu.

Salah seorang dari kelompok itu mengatakan, “Oh, Hanukkah. Hari di mana Yahudi membunuh Yesus, ” kata Hellerstein menirukan. Ketika Adler berusaha, seorang laki-laki dalam kelompok itu tiba-tiba meninjunya.

Melihat itu, seorang penumpang-mahasiswa Muslim asal Bangladesh-Hassan Askari menolong Adler. Askari pun ikut di maki-maki oleh kelompok tadi.

“Seorang warga Muslim Amerika menyelamatkan kami, sementara orang lain dari komunitas kami yang ada dalam kereta, sama sekali tak melakukan sesuatu, ” ujar Adler.

Ketika perkelahian terjadi, Adler menarik rem darurat dan kereta berhenti di stasiun DeKalb Avenue. Polisi segera turun tangan naik ke kereta.

Juru bicara kejaksaan distrik Brooklyn, SAndy Silverstein, sepuluh orang pelaku pengeroyokan yang usianya antara 19 dan 20 tahun sudah ditangkap, termasuk Askari. Namun ia dibebaskan setelah Adler mengatakan pada polisi bahwa Askari bukan anggota kelompok yang menyerangnya.

Adler sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Long Island karena luka-luka yang dideritanya. Menurut Silverstein, pengadilan terhadap 10 orang yang mengeroyok Adler akan berlangsung pada 7 Februari tahun depan dengan tuduhan, penyerangan, percobaan pelecehan, membuat onar dan bertindak tidak sopan.

Sementara hasil penyelidikan Kepolisian New York akan menentukan apakah para tersangka akan dikenai tuduhan kejahatan bernuansa kebencian ras. (ln/cnn/Islamicity)

Hujan Penghargaan untuk Sang Pahlawan Muslim

(Dimuat pada Jumat, 25 Jan 08 10:49 WIB di ERAMuslim.com)

Masih ingat dengan Hasan Askari, warga Muslim AS asal Bangladesh yang menolong sejumlah pemuda Yahudi saat dikeroyok di kereta bawah tanah di New York? Karena jasanya itu, Askari diundang untuk menghadiri pidato kenegaraan Presiden Bush di Capitol Hill.

Anggota Kongres dari New York, Joseph Crowley pada New York Post mengatakan, Askari sangat gembira menerima undangan itu. “Dia langsung bilang, ‘Ya, saya akan ke sana’, ” kata Crowley menirukan perkataan Askari.

Menurut Crowley, Askari akan diajak berkeliling Capitol Hill di Washington dan makan siang bersama di ruang makan anggota Kongres.

Askari, 20, mahasiswa jurusan akutansi yang sedang studi di AS itu, meski tubuhnya relatif kecil, berani melawan sekelompok anak muda yang berjumlah 10 orang-8 laki-laki dan 2 perempuan-yang mengeroyok empat orang pemuda Yahudi di atas kereta Q jurusan Manhattan-Brooklyn.

Insiden yang terjadi sebulan lalu ini, menjadi buah bibir masyarakat New York dan membuat Askari menjadi perhatian publik. Apa yang dilakukan Askari, menjadi contoh hubungan yang harmonis antara Muslim dan Yahudi di AS. Media massa AS menyebut Askari “Pahlawan Kota” New York.

“Saya merasa sesuatu yang kuat atas apa yang telah dilakukan Askari. Orang cenderung tak peduli ketika melihat ada persoalan di depan matanya. Tapi dia (Askari) tidak, dan ia seorang Muslim, ” puji Crowley, yang sebelumnya telah mengundang Askari makan pagi bersama dan memberikan pidato khusus tentang keberanian Askari.

Selain Crowley, Walikota New York, Michael Bloomber juga memberikan penghargaan atas nama kota New York pada Askary. Begitu juga dengan sejumlah organisasi Muslim, termasuk Council on American Islamic Relations (CAIR) menganugerahkan penghargaan Samaritan Award atas keberanian Askari. (ln/iol)

Tags: ,

Komentar ditutup.